Jumat, 19 Februari 2016

Parenting?

Menikah dan mempunyai anak bukan hal yang mudah dijalani. Banyak persiapan yang harus dilakukan bukan? Bukan sekedar materi tapi ilmu juga penting. Seberapa pun target menikahmu enggak membatasi kamu untuk belajar bukan? Belajar parenting bukan hanya untuk ibu-ibu. Namanya belajar, kan untuk pengetahuan juga. Khususnya untuk anak perempuan umur diatas 20 tahun.

Saya bertemu seorang ibu yang memiliki jenjang karir yang cukup tinggi di sebuah perusahaan ternama. Memiliki seorang anak yang sangat cerdas berumur 3 tahun. Menghafal lebih 85 jenis bendera negara-negara di dunia. Dan bahkan banyak negara bagian yang baru saya ketahui saat itu. Tidak hanya sekedar hafal warna bendera dan lafalnya saja tapi juga spellingnya (ejaannya). Wow! Tidak hanya itu bahkan dia sudah banyak hafal bacaan juz amma dan masih banyak lagi. Khusus untuk bendera, sebagai orang tua mereka sudah memiliki sebuah aplikasi dan video yang diputar setiap hari dan diulang ketika dia sedang bermain. Jadi jangan kaget kalau dia sudah sehafal itu.
Dan ketika bayi, setiap malam sebelum tidur ada lagu alfabet dalam bahasa inggris yang diputar. Sehingga sampai sekarang pun, dia sudah lancar berbahasa inggris. Bahkan bahasa Indonesianya aja ada yang enggak diketahuinya -__-

Okelah sepertinya kami bisa saling private ya dek, hahaha.

Lain lagi ada seorang ibu yang memiliki anak belajar secara home schooling. Namanya Kaysan. Saya pernah bertemu di salah satu acara komunitas hijau di jakarta. Dia salah satu anak kecil yang berbeda. Lha iya wong yang lain mahasiswa, dia sendiri masih bocah yang menghadiri acara tersebut. Rupa sistem didik yang ditawarkan ibunya sedikit unik. Belajar dari sekolah yang tidak melulu monoton. Bahkan ibunya membuat kurikulum sendiri. Diumurnya yang masih belia, kaysan sudah bisa fotografi, hafal jenis-burung, menggambar dan lainnya yang belum banyak bisa dilakukan sebagian besar anak kecil seumurannya.

Nah, yang kita bisa simpulin disini. Setiap orangtua punya cara tersendiri mendidik anaknya yang penting punya tujuan agar anaknya berkualitas baik ingin menjadi apa. Bakat dan potensi itu dikembangkan bukan ada sejak lahir. Jadi sebagus apa pun potensinya kalau tidak diasah semua akan biasa-biasa saja. Mau jadi penghafal Al-qur’an, menjadi pembisnis, dokter, engineer atau apapun semua sangat baik.

Tulisan ini sebagai sharing ilmu aja, siapa tahu bermanfaat dan sebagai media pembelajaran untuk saya pribadi.

Februari 2016


Agnisaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar