Kamis, 31 Desember 2015

Penangkaran Rusa Cariu

Yes jadi juga akhirnya disambit bulan Desember! Nyari destinasi yang jarang didatangi karena males dengan kemacetan. Sudah kenyang keseharian denger kemacetan bukan? Tujuannya akhirnya berlabuh di Cariu, Jonggol. Kalau kamu mau berlabuh dimana? *lho. Lokasinya di sebelah timur Kabupaten Bogor. Disana ada beberapa destinasi seperti beberapa jenis curug, pemakaman kuiling, penangkaran rusa dan agak di luar nya ada gunung batu tapi saya bahas hanya penangkaran rusa.

Jalan yang ditempuh melalui jalur cileungsi-cianjur. Tidak ada akses langsung dengan angkutan umum kesini. Ya kalau enggak bawa kendaraan pribadi bisa charter angkot atau bisa naik ojek dari pertigaan akhir angkutan (lumayan jauh dari situ). Enggak rekomended jalan kaki  pokoknya dari pertigaan itu ya. hehe

Harga tiketnya murah meriah cuma 10 ribu rupiah. Kemarin kami datang jam 8 pagi sudah buka. Pintu masuknya berupa jembatan rakit bambu yang lumayan menguji adrenalin karena goyang-goyang. *mari bergoyang... Inget ya, itu jembatan ada tulisannya maksimal 10 orang. Jadi kalau mau selfie atau foto-foto jangan lama-lama, kan banyak ngantri. Enggak mau kan seperti kejadian jembatan rubuh di batu raden gara-gara selfie di jembatannya -___-


Sepuluh ribu aja

Ada tulisannya kan?

Kondisi Jemabatan
Untuk tempat makan, ada tersedia seperti bale-bale (tempat duduk). Untuk sampe ke lokasi perlu jalan lagi ke dalam dengan kondisi jalan banyak bebatuan dan sedikit naik turun. Jadi siap-siap keperluan sebelum berangkat.

Ada bale-bale nya. 
Jalan bebatuan.

Mulai masuk penangkarannya,

Serba bambu.
Untuk penangkarannya lokasi terbuka dan kita bisa interaksi langsung sama rusanya. Ada 8 rusa yang dilepas disana. Pengunjung juga bisa memberi makan langsung dengan membeli makannya ubi se-ember kecil seharga 10ribu rupiah.

Hi! Laper ya?

Bisa ngasih langsung.

Bonus spot lain.



Thank you for the journey.

Noted: 
Perlu tau kondisi jalan ke lokasi tujuan. Apakah butuh sepatu, sandal atau alas kaki seperti apa. Kebayang enggak alas kaki di atas digunakan untuk tracking bebatuan? Cukup pelajaran buat kami saja ya hehehe.



Terkadang kita perlu melakukan sesuatu yang baru bukan?


Desember 2015

Agnisaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar