Minggu, 22 November 2015

Green Tea

Belakangan ini zat perasa yang namanya Green Tea lagi Hit and Happening yah. Saya termasuk penggila rasa ini. Hampir kemana-mana nyarinya rasa Green Tea enggak makanan enggak minuman. Padahal kalau kita sadari zat pewarna hijau makanan sudah hits dari dulu, zat pewarna itu berbahan dasar pandan.

Misalnya kue cubit salah satu makanan favorit anak SD dan bisa ditemuin di jalan sebenarnya memang dari dulu sudah ada yang warna hijau tapi berbahan dasar pandan. Nah sekarang hampir dimana-dimana gerobak kue cubit ada tulisan rasa green tea. Duh, abangnya sekarang kekinian juga yah ternyata. Hahaha

But ternyata ketika saya beli dan ketika itu abangnya lagi buat adonan untuk rasa green tea, it’s not real green tea. Saya sedikit kecewa soal rasa ketika gigitan pertama, karena kurang dari ekspetasi yang saya pikirkan. Memang selama pembuatan adonan saya melihat sang penjual membuat adonan menjadi hijau tapi entahlah itu hanya sekedar warna hijau atau memang perasa green tea. Inti pokoknya sebenarnya bukan soal rasa sesuai ekspetasi atau tidak. Akan tetapi lebih rasa nasionalis kita terhadap rasa makanan.

Rasa green tea sebenarnya bukan zat perasa asli di indonesia. Bahan dasarnya pun import dan kita tidak memprodukasinya secara langsung. Dan hampir seluruh tempat makan, cafe bahkan abang gerobakan pun ikut nge-gaul dengan rasa green tea. Saya enggak tau ini akan menurunkan produksi tanaman pandan atau tidak secara umum. Entah apa yang terjadi 5-10 tahun ke depan untuk generasi muda yang sedang tumbuh akankah mereka tahu jenis tanaman pandan sebagai pewarna hijau asli makanan indonesia? Bentuk tanaman pandan seperti apa?

Alangkah mengerikan ketika kini bahkan mulai banyak makanan tradisional yang sudah mulai ada rasa green tea. Martabak green tea, mochi green tea mungkin next time akan ada rasa green tea lainnya yang akan ada di makanan tradisional setiap propinsi.

Tulisan ini saya buat sebagai refleksi diri sebagai penggila green tea. Sepertinya saya juga mulai kurang nasionalis. Semoga bisa saling mengingatkan.

November 2015


Agnisaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar