Senin, 20 Agustus 2018

L I F E G O A L S




What’s your life goal sis?
Menjelang lebaran biasanya banyak nih meme tentang pertanyaan-pertanyaan life goals kita. Udah lulus belom? Pengen lanjut ke universitas apa? Kerja dimana? Udah punya pacar belom? Kapan nih nyebar undangan? Udah isi belom? Anaknya udah bisa apa? Anaknya sekolah dimana? Anaknya udah kerja dimana?

Sebelum aku nulis ini, aku research pengalaman orang-orang nulis life goals. Ada yang marah-marah tentang jenjang sekolah – lulus – nikah – kerja – punya anak – sukses – anaknya juga sukses apakah itu bisa kadar patokan kesuksesan orang-orang. Ada yang kesel, dengan pertanyaan-pertanyaan yang aku tulis di atas. Kenapa sih harus gitu? Kalau orang punya garis line sendiri apakah itu enggak sukses?

So, sukses itu apa?

Life goals itu apa?

Pada dasarnya life goal itu dalam bahasa indonesia adalag tujuan hidup. Setiap orang punya tujuan hidup masing-masing. Udah tau tujuan hidup kita apa? Kita mau jadi apa sih. Udah segitu kuat perjuangan kita memperjuangkan mimpi-mimpi kita? Usahanya semaksimal apa sih gaeees? Kerja keras bagai quda apa kerja cerdas bagai pengusaha muda. Dibalik usaha yang gigih, doanya juga sekuat apa sih gaes? Sudah sampai sampai doa nangis minta sama Allah? Udah sampe shalat sepertiga malam, punya senin kamis, sholat ontime di masjid dll?

Tujuan hidup kita apa sih gaes?

Setiap orang punya cerita masing-masing. Aku mau jadi dosen, reasearcher, pengusaha, juragan minyak, engineer di perusahaan multinasional, presiden, menteri atau mau jadi ibu profesional yang memberi inspirasi dan anak-anak sholeh sholehah Dll..

Biasakan tulis tujuan hidup kita, di laptop, notes, atau kertas yang ditempel di kamar. Jadi inget selalu, jadi membara selalu. Tulis yang sedetail-detailnya. Misalnya aku mau umroh desember 2018 bersama suami dan mungkin aku sedang hamil. (misalnya) Kenapa detail, biar mimpinya enggak mimpi siang bolong. Biar kita tau usaha kita harus semaksimal apa. Untuk sampai Desember 2018 aku harus ada rezeki uang sebesar apa, nabung per bulan berapa. DP nya kapan. Persiapannya apa aja, mungkin buat paspor dulu. Atau apa aja yang perly disiapkan.

Nah pertanyaan-pertanyaan di atas itu, justru sebenernya membantu kita loh. Menjadi reminder buat kita. Udah setahap apa sih kita ini?

Oia aku mau jadi arsitek, berarti aku harus sekolah dimana ya. Sekolah yang bagus, beasiswa apa ya yang ada disana, aku mesti apa dan bagaimana.

Nah, menikah apakah termasuk life goals kamu enggak?

Menurutku, menikah bagian life goals. Menikah itu sunnah rasul, aku mau mengerjakan sunnah rasul karena yang mengerjakan perintah rasul, aku akan ikut surga bersamanya. 

Rasullah bersabda dalam hadist Anas bin Malik 
“Wahai, anakku! Itu termasuk sunnahku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, maka aku bersamanya di Surga”

Ada yang sebagian lagi, menganggap menikah bukan sebuah life goals. It’s oke.

Pertanyaan kapan nikah muncul mulai aku ketika akan lulus. Sebenernya bukan ditanya kapan nikah sih, udah punya pacar belom kapan nih dibawa ke keluarga. Kemudian meningkat pertanyaan kapan menikah. Bagi aku, pertanyaan seperti itu aku enggak ambil pusing, karena notabennya keluarga besar aku memang pada saat itu banyak yang menikah, sebagian besar sepupu aku 2-5 tahun di atas aku sudah banyak yang menikah. Jadi dari 2014 sampai sekarang ada 2-3 orang setiap tahun yang menikah. Wkwkwk. Ada saat pasti ditanyain kapan nikah.  

Btw ya, aku memang membagi life goals aku jadi beberapa tahun. Life goals umur 20th, 25th, 30th dan seterusnya. Dan aku berencana menikah di umur 23 tahun. Really, Allah Maha Berkehendak. Qadarullah mungkin aku belum dimampu secara emosi ilmu dll, jadi ditunda akhirnya sampai di umur 25 th, didatangkan oleh Allah, dan Allah membukakan hatiku.

Yes, menikah bukan perlombaan. Tapi kata ibuku, kenapa harus disegerakan, karena secara umur, umur produktif manusia ada batasnya. Begitu juga umur rahim wanita, setiap wanita punya kapasitas telur yang berbeda-beda. Jadi lebih baik secepatnya. Aku orang yang berdiskusi dengan ibuku perihal ini. Karena tadinya aku mau fokus ke bisnis dan s2 dulu. Bernegosiasi di level ini, menurutku ini sebuah keberanian, karena waktu itu aku izin untuk mendaftar sekolah lagi. Tapi ibuku, bukan yang tipe langsung menolak tapi menganjurkan. Sebenarnya menolak secara halus sih wkwkwk. “Coba mana temen deketnya?” Ibuku waktu itu nanya beberapa kali. Karena waktu itu ibuku tahu aku sedang tahap move on. Hehe. Dan beberapa kali ditawarkan anak temennya. O EM JI. 

Aku cuma cengeesan, nanyain gimana orangnya ya kalo cocok mah gapapah. Ibuku orang yang rewel di tahap ini dan di tahap tahap sebelumnya. Milih sekolah dan lain-lain. Alhamdulillah punya orangtua yang enggak menuntut harus sekolah dimana asal dipantau punya cita-cita enggak asal milih, jadi kita tahu apa yang terbaik buat diri kita sendiri.

Tahu gak sih, life goals kita bukan kita saja yang merasakan gaes. Kalo life goals kita sampai, orangtua pasti bangga dan merasa hatinya PLONG. Nah begitu sebaliknya, ketika life goals kita mampet, sempet gak sih mikirin perasaan orangtua kita. Kalo kita kesel sama pertanyaan-pertanyaan orang-orang di paragraf utama itu, apa perasaan orangtua kita gaes? Pertanyaan itu enggak sampai di kita doang loh, tapi juga sampai di orangtua kita. Sedih gak sih kalo orangtua kita kecewa? Btw, aku abis denger ada yang pernah nanya gitu di kereta, nanyain anaknya udah lulus apa belom. Kayaknya anak mereka seangkatan gitu. Terus si Ibu yang nanya bilang kalo anaknya udah lulus dan baru kerja. Ibu yang ditanya cuma senyum dan tenang jawabnya, “Iya lagi skripsi bu. Alhamdulillah kemaren dapat beasiswa ke X negara buat research jadi skripsinya ketunda.”

Sekilas ceritanya. It’s simple, terkadang kita perlu cerita ke orangtua kita, kita mau apa beberapa tahun ke depan. Sekalian minta restu didoain apa yang kita usahakan hasilnya maksimal. Jadi orangtua kita ketika ditanyain pun, bisa bangga gaes. Terkadang kita perlu memikirkan perasaan orangtua kita juga.

Pertanyaan kayak itu, bisa jadi doa atau media pencarian kita juga loh. Misalnya

Kuliah dimana?
Belom dapet nih tan. Enaknya ambil yang kayak apa ya. Aku masih bingung
(abis itu ngobrol)

Kapan nih nikah?
Tahun ini nih om, tapi jodoh belom ada. Wkwkwk. Mungkin bisa dibantu (sambil cengesan)
(ada dua pilihan, om/tante kabur atau malah nawarin jodoh)

Udah isi?
Alhamdulillah abis isi nasi, rendang sama tunjang wkwk
(abis itu dikasih doa-doa yang mujarab)

Nah gitu ya gaes, tentang life goals. Life goals itu enggak selalu sama. Ada yang kerja dulu baru kuliah, ada yang nikah dulu baru sekolah dan kerja. Dan banyak macemnya.


Jangan lupa mantapkan hati atas life goals kita.
Life goals di usia senja kita apa. Life goals kita enggak Cuma sampai nikah aja kan?
Write your life goals in your heart too.


Terima Kasih
Agnisaa



Minggu, 05 Agustus 2018

C O M B R O

Jajan di jalan, siapa yang masih suka?

Aku suka jajan. Jajan combroooo wkwk. Apalagi ada bom di tengahnya. Niqmat Hqq gak?

By the way, apa nama asli combro eh nama panjang ya? Combro itu Oncom di jero..

Sekarang jajan yang paling hits, cimol cilor cilok.. ci apa lagi? aci semua kan? Anak 90 an coba sebutin jajan jaman SD apa coba? Ada enggak mereka-mereka itu.

Batagor, siomay, pempek ala-ala, gorengan, telor gulung, manisan gulali, manisan yang dibentuk-bentuk, es milo, es teh, es sirup kantong plastik. Ya Allah bahagia ya dulu pernah nyobain jajan itu. Jaman sekarang es es an kebanyakn udh pake gelas yak..hihi.

Oia sekarang masih mikir gak kalo pengen jajan kayak gitu?
Kepikiran jorok atau kotor gitu gak sih?
Terus nanti kalo punya anak kayak gimana nanti? Karena generasi 90an pasti udah akan jamannya menikah dan punya anak dalam jangka 2-10 tahun mendatang. Nah udah kepikiran belom sih jajan sekarang kayak apa?

Kalo aku pribadi, masih doyan jajan sampai sekarang.Tapi jajan yang kadar kualitas lokasi juga diliat, walaupun d pinggir jalan. Pernah juga sih jajan cilor di pinggir jalan dengan kadar minyak udah kayak kuah pas di kantong plastik wkwkwk. Tapi ya udah saat itu aja, sisanya aku masih suka jajan gorengan, batagor dan siomay. Gorengan special combroooooo.

Tempat favorit aku, depan stasiun tebet. ENAK. Susah jaman sekarang nemu combro yang crispy dan isinya cihuy pedas dan enak. Harga 1000 rupiah gaes. Jangan lupa beli ke stasiun tebet.wkwk. Enggak apa-apa endors deh, biar abangnya laku, lagian dia kan enggak jualan online.wkwk.

Combro St. Tebet

Banyak minum air putih ya buat netralisir semuanya. Tetep jaga kesehatan yaaa.
Sesuka sukanya sama combro, justru combro makanan yang belom pernah buat sendiri. Next time mungkin, JAJAN SEHAT ALA NINIS ya..hihi amiin

Terima kasih
Agnisaa, 2018